[GUIDE] VALORANT Operator, 3 Gaya Bermain Pemain Profesional!

RevivaLTV

Operator VALORANT – Sniper Dalam game Tactical FPS selalu menjadi senjata yang menarik, termasuk di dalam game VALORANT. Ada dua jenis penembak jitu, yaitu Marsekal dan OperatorTapi kali ini kita akan fokus pada Operator yang merupakan senjata termahal di VALORANT yang harganya 4.500 kredit.

Dengan jumlah yang sama, pemain bisa membeli full shield dan rifle terkuat sejenisnya Phantom atau Vandal, bahkan menyisakan 600 kredit yang dapat digunakan untuk mengaktifkan kemampuan Agen. Operator juga sangat tidak akurat jika pemain bergerak, diikuti dengan penundaan yang lama setelah tembakan.

mode keberanian pertandingan kematianSumber: Riot Games

Namun, potensi satu tembakan satu pembunuhan operator dari jarak manapun, membuat banyak pemain menggunakannya. Bahkan tak sedikit pemain profesional yang menyebut hal itu saat ini Meta Operator (OP) masih menjadi meta terkuat, terutama saat bermain sebagai bek. Beberapa tim memanfaatkan pengaturan OP ganda, bahkan OP tiga kali lipat pada peta tertentu seperti Haven.

Dalam Panduan hari ini, kami akan membahas tiga gaya permainan berbeda yang biasanya digunakan oleh pemain VALORANT profesional, dimulai dengan Agresif, Pasif, dan Hybrid Gaya.

1. Gaya Agresif

menyerah pilihan keberanian 1Sumber: Riot Games

Cara bermain yang agresif ini sering dilakukan TSM Wardell, seorang pemain profesional yang memenangkan gelar MVP di turnamen Faze Clan VALORANT Invitational. Mengambil sudut berisiko dan pertarungan jarak dekat adalah cara TSM Wardell untuk mengalahkan lawannya dan mengamankan bagian tertentu dari situs.

Pemain tipe ini sering menggabungkan Operator VALORANT dengan Agen seperti Jett siapa yang memiliki kemampuan semburan awan, arus naik, juga angin ribut untuk mengambil posisi tak terduga dan dengan cepat mengganti posisi setelah mengamankan kill.

Kemampuan Gamesense, Peta Pengetahuan, dan Quickscope harus dimiliki untuk pemain agresif yang hebat. Butuh waktu lama untuk menguasai cara bermain ini.

Saat Anda berada di posisi yang salah dan gagal mengeksekusi tembakan, lawan Anda berpotensi menyerbu ke arah pemain hebat. Jika lawan membunuh dan OP tertangkap, biaya OP yang sangat mahal tentunya merusak ekonomi tim di babak berikutnya.

2. Gaya Pasif

rilis game keberanianSumber: Riot Games

Umumnya gaya ini lebih ideal digunakan di banyak momen. Gaya pasif ini menekankan kesabaran penembak jitu untuk menahan sudut tertentu. Kemampuan cakupan ganda OP memudahkan lawan untuk melewatinya dengan satu peluru.

Pemain profesional suka T1 Skadoodle terkenal untuk waktu dan peta pengetahuan-yang mampu mengamankan awal membunuh dan membunuh ketika musuh melakukannya mengapit / mengintai di area yang tidak terduga.

Gaya bermain ini sangat berguna bagi tim karena berfungsi sebagai pendukung dan penutup. Agen yang sering digunakan untuk tipe pemain ini adalah Sova karena kemampuannya untuk mengumpulkan informasi dan bermain dalam posisi yang aman.

BACA JUGA: ONIC Esports Kalah di MPL ID Season 6 Karena Tak Ringkas?

Kemampuan Sova memungkinkan pengguna untuk bermain secara pasif, tetapi masih bisa mencari tahu di mana lawan berada dan bahkan melakukan wallbang ketika musuh terdeteksi. burung hantu drone atau pengintai.

Kerugian Style ini adalah pemain sering kali terlalu fokus pada satu sudut sehingga area lainnya tidak tercakup. Pemain juga sering lupa minimap karena fokus ingin mendapatkan kill yang mudah.

3. Gaya Hibrid

Sumber: ESL

Gaya permainan terakhir yang akan kita bahas adalah digabungkan dari dua gaya sebelumnya. Bermain dengan cara ini membutuhkan skill dan pengalaman yang tinggi karena membutuhkan aspek agresif dan pasif.

Jenis pemain ini memiliki keunggulan ttak terduga. Sesekali mendorong untuk membunuh awal, sayap jarak jauh dengan OP, atau pasif sepenuhnya. Jenis pemain ini dapat beradaptasi dan membaca situasi permainan.

Kekurangan jenis ini muncul jika pemain gagal memberi tahu rekan setimnya langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Misal, saat mencoba mengintip early kill, pemain ini perlu bertanya cadangan seperti smoke atau flash, atau malah meminta rekan satu tim untuk tidak menggunakan ability seperti slow orb milik sage agar bisa cepat kembali ke posisi aman tanpa terhalang.

Kesimpulannya, karena bisa mendapatkan keuntungan dari gaya bermain gabungan, pemain tipe hybrid juga memiliki risiko dari kedua gaya bermain tersebut. Pemain yang cukup sering mempraktikkan gaya ini Pyth, Aceu, Shahzam, dan Stewie2k.

Mana yang lebih kamu suka Mudah Bunuh Konsisten, Sorotan Gila, atau bahkan “menjadi seperti air” di setiap babak?

Editor: Yubian Asfar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*