India Lagi, Garena Ban 2 Free Fire Team dari FFIC Fall 2020!

RevivaLTV

Garena adalah salah satu developer game terpopuler di Asia Tenggara dan Asia Tengah, apa itu? Api Gratis! Kabar ini datang dari FFIC Fall 2020 setelah tim Free Fire India tertangkap basah oleh Garena.

Game yang satu ini merupakan game terpopuler dengan menyentuh angka lebih dari 500 juta unduhan baik di Play Store maupun App Store. Popularitas India sendiri pun kembali ternama ketika salah satu pemain andalan CS: GO, Forsaken tersandung pada sebuah cheat case.

Sekali lagi India, di mana Garena mendapatkan kasus anti-peretasan terbanyak dengan menyentuh sejumlah besar kasus. Terakhir, Garena melakukan wave ban pada 14 Agustus yang mengakibatkan 1,1 juta akun diretas. Sebanyak 51% akun diblokir setelah dilaporkan oleh pemain lain.

Kemudian di akhir September, Garena Free Fire melarang 3 juta pemain dengan sistem anti hack, antenna, wall-hack, auto-aim, teleportasi, dan lain sebagainya. Hasil? 3 juta akun diblokir hanya dalam 2 minggu.

Sumber: AFK Gaming

Sayangnya, gelar kompetitif tersebut tampaknya tidak menyurutkan ‘budaya’ para pemain India dalam melakukan aksi curang tersebut. Bagaimana tidak, 2 tim Free Fire India kedapatan melakukan anti hack system di event resmi FFIC Fall 2020!

Kedua tim adalah ROUTE CHANGER dengan para pemainnya RC-AngryBird dan tim Soar Silently dengan para pemain mereka SS-RAHUL 18 yang dilarang hingga 28 September 2021! Kedua tim juga didiskualifikasi dari Fall Free Fire India Championship (FFIC) 2020.

ROUTE CHANGER sendiri mampu menjadi pemuncak klasemen pada etape Day 9 dengan 143 poin dan Soar Silently di peringkat 6 dengan 92 poin. Domain esports Free Fire sendiri memberikan hukuman yang tidak ringan dan terkesan berat.

Sebelumnya merupakan tim esports terbesar di India, Entity Gaming juga sempat tersandung kasus serupa dan memutuskan untuk mengganti pemain yang melakukan sistem peretasan.

BACA JUGA: 37 CS: GO Trainer Dihukum ESIC, Apa Penyebabnya?

Dengan hasil ini, India punya kasus buruk untuk menjadi kiblat kancah esports dunia. Kasus demi kasus yang melanda tim-tim esports merupakan indikasi buruknya kesehatan penyelenggara esports meski memang memiliki talenta-talenta yang bertalenta.

India juga harus menghadirkan kesan positif dengan memberikan hukuman yang berat kepada para pemainnya agar ada efek jera yang dialami para pemainnya.

Syukurlah, kasus cheat atau anti hacking di Indonesia tidak banyak, hmm.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*